Cara Budidaya Ikan Koi

Ikan yang mempunyai nama latin Cyprinus carpio ini berawal dari perkawinan silang beberapa macam ikan mas yang akhirnya menghasilkan ikan koi yang warna nya cantik ini. Dari info yang saya kumpulkan ikan koi berasal dari negeri sakura yaitu Jepang. Kamu tidak perlu jauh-jauh ke Jepang untuk membeli ikan hias ini, karena di Indonesia sendiri sudah banyak yang menjualnya karena memang banyak sekali peminat ikan koi ini.

Untuk harga ikan koi ini tidak ditentukan dengan size atau ukuran besar kecilnya, tapi ditentukan dari beberapa faktor contohnya dari bentuk badannya dan kualitas corak warna yang dihasilkan ikan tersebut, jadi tak sedikit pula ikan koi kecil harganya lebih mahal dari yang ikan koi sudah besar.

Oleh karena itu ikan koi ini juga menjadi komoditas ekonomi untuk masyarakat yang membudidayakan ikan koi tersebut karena hasil dari budidaya ikan koi ini lumayan besar karena mereka para pembudidaya ikan koi bisa menentukan sendiri harga ikan tersebut. Hal ini tentunya lebih menguntungkan jika dibandingkan kita membudidayakan ikan konsumsi yang harganya tidak bisa semaunya kita tentukan.

Untuk budidaya ikan koi ini tidak sulit, namun kita dituntut untuk sabar apalagi saat baru mulai mencoba ikan koi, beberapa waktu yang lalu saya mengunjungi salah satu pembudidaya ikan koi di Jogja, beliau berkata untuk yang ingin mulai budidaya ikan koi memang harus punya kesabaran karena pada awalnya 1-2 tahun belum terlihat jelas hasilnya, beliau katakan selama 2 tahun itu adalah ujian jika kita bisa melewatinya maka untuk tahun berikutnya kita sudah mulai bisa merasakan keuntungan dari budidaya ikan koi ini.

Namun yang terpenting sebelum kita mencoba budidaya ikan koi, kita harus menyukai dulu ikan tersebut dan harus riset serta mencari informasi yang banyak tentang ikan hias koi ini. Nah pada artikel ini saya akan kasih tips untuk cara budidaya ikan koi untuk pemula, tips ini saya dapatkan dari beberapa pembudidaya ikan koi di Jogja yang pernah saya temui.

HAL YANG PERLU DISIAPKAN SEBELUM BUDIDAYA IKAN KOI

Menyiapkan Tempat

Perlu saya ingatkan untuk budidaya ikan koi ini memerlukan lokasi yang cukup luas, jadi sebelum mencobanya perhatikan dahulu untuk lokasinya, jika dirasa lokasi sudah siap maka tinggal kita pilih jenis kolam untuk budidaya ikan koi ini kamu bisa menggunakan kolam tanah, ataupun bisa dengan kolam permanen/beton yang dibuat dari bata yang di semen. Dan kolam pun ada beberapa jenis yaitu;

1. Kolam Pemijahan

Siapkan kolam pemijahan atau untuk perkawinan indukan jantan dan betina, setidaknya kamu harus menyiapkan kolam dengan ukuran 3×6 meter dengan kedalaman 60 cm lalu di isi air setinggi 40 cm, itulah ukuran idealnya namun tidak harus sama, tergantung lokasi dan lahan yang kamu punya.

2. Kolam Penetasan

Kolam penetasan adalah untuk menampung telur-telur dari hasil perkawinan di kolam pemijahan tersebut. Untuk kolam penetasan ukurannya tidak perlu yang luas, bisa seukuran dangan kolam pemijahan karena ini hanya bersifat untuk menetaskan dan pembesaran sementara yang nanti akan dipindahkan lagi dikolam lainnya.

3. Kolam Pembesaran/Sortir

Kolam ini yang harus banyak kamu siapkan dan lumayan memakan tempat, karena biasanya kolam pembesaran ini sekaligus untuk kolam sortir kualitas dan harga dari ikan koi tersebut. Sebagai contoh pembudidaya yang saya temui di Jogja itu mempunyai 3 jenis kolam pembesaran/sorting, yaitu kolam yang khusus untuk kualitas rendah, sedang, dan kualitas bagus. Setiap jenisnya juga dibagi lagi ada 3 kolam, yaitu untuk kolam ikan koi kecil, sedang, dan untuk ikan koi yang besar. Disini memang agak repot tapi memang disinilah hal yang penting karena kita menyortir ikan koi ini dari kualitas dan ukuran ikan yang dapat menentukan harga dari ikan koi tersebut.

Membedakan Ikan Koi Jantan dan betina

Untuk membedakan ikan koi jantan dan betina sangatlah mudah, untuk jantan biasanya memiliki tubuh yang panjang dan lebih ramping jika dibandingkan dengan yang betina yang badannya lebih besar serta bagian perut membesar atau buncit.

Cara budidaya ikan koi

1. Memilih Indukan

Tahap awal budidaya ikan koi adalah dengan memilih indukan yang berkualitas, banyak pembudidaya ikan koi yang mencari indukan sampai keluar kota atau bahkan ke luar negeri hal ini dilakukan karena mencari indukan yang benar-benar berkualitas agar anak yang dihasilnya juga bisa mempunyai kualitas yang bagus. Untuk syarat awal agar bisa jadi indukan adalah ikan koi tersebut dalam keadaan sehat dan untuk jantan minimal harus sudah berusia 2 tahun sedangkan yang betina setidaknya sudah berusia 3 tahun.

2. Siapkan Kakaban Untuk Tempat Telur

Kakaban adalah media untuk tempat menempelnya telur-telur ikan koi, dengan menggunakan kakaban ini mempermudah kita untuk mengambil telur tersebut dan memindahkannya di kolam penetasan. Letakkan kakaban menyeluruh pada dasar kolam pemijahan

3. Tahan Pemijahan

Tahap inilah yang lumayan sulit, jika kamu bisa melewati tahan pemijahan ini maka kamu mempunyai bakat untuk budidaya ikan koi. Pada tahan pemijahan kamu harus siapkan pejantan lebih dari 1 ekor bisa 3 sampai 5 ekor pejantan dengan 1 betina. Karena jika ada pejantan yang tidak mau membuahi telur betina bisa digantikan dengan pejantan lainnya.

Untuk cara pemijahannya yaitu yang pertama masukkan indukan betina ke kolam pemijahan pada sore hari sekita jam 3 atau 4 sore dan biarkan indukan betina mengenal dan beradaptasi di kolam pemijahan tersebut selama sekitar 5 jam. Setelah itu pada malam hari masukkan 1 ekor ikan jantan ke kolam pemijahan.

Jika indukan jantan itu sudah siap kawin biasanya nanti beberapa saat kemudian indukan jantan akan mengikuti indukan betina seperti mengejar-ngejar dan saat punjaknya nanti indukan betina akan mengeluarkan telur dan disertai sang jantan mengeluarkan sperma untuk membuahi telur-telur yang dikeluarkan indukan betina. Biasanya ini terjadi pada tengah malam.

Saat pagi hari jika proses pemijahan lancar biasanya telur-telur yang sudah dibuahi indukan jantan akan menempel pada kakaban yang kita siapkan tadi, dan segeralah mengambil indukan baik itu jantan/betina agar tidak memakan telur tersebut, dan apabila kamu mempunyai kolam penetasan maka yang kamu ambil adalah kakaban yang penuh telur tersebut diangkat dan dipindahkan ke kolam penetasan.

4. Tahan Penetasan Ikan Koi

Ditahap ini adalah tahap paling sulit, setelah kakaban penuh telur tersebut dipindahkan ke kolam penetasan yang perlu kamu perhatikan adalah suhu air karena jika terlalu dingin akan lama menetasnya dan jika terlalu panas telur akan rusak dan membusuk. Untuk idealnya suhu air penetasan adalah 27-30 derajat celcius. Kakaban juga harus terendam air agar telur bisa menetas dengan baik, jika suhu air ideal maka telur akan menetas sekitar 48 jam setelah pemijahan selesai.

Setelah telur menetas dan sudah menjadi burayak ikan koi (anak ikan koi) kamu tidak perlu memberi makan selama 5 hari, karena anakan ikan koi tersebut sudah menyimpan cadangan makanan. Dan pada hari ke-6 kamu bisa memberinya makan dengan kutu air namun yang sudah disaring, sebenarnya juga bisa dikasih dengan kuning telur yang direbus tapi itu tidak terlalu direkomendasikan karena membuat kolam mudah kotor, sedangkan kolam penetasan harus dijaga untuk kebersihan kolamnya. Kamu bisa memberinya filter air dan pada bagian pembuangan air dikasih saringan kecil agar anak ikan koi tidak ikut kebawa air. Burayak ikan koi bisa di kasih makan kutu air sampai ukuran badannya sekitar 1,5cm.

Pembesaran Burayak Ikan Koi

Setelah umur 3 minggu bisa dipindahkan ke kolam pembesaran awal dan sudah tidak lagi dikasih makan kutu air melainkan sekarang bisa diberi makan pelet yang kecil, untuk 1.000 ekor bisa dikasih makan pelet 2x sehari untuk setiap memberi makan bisa dikasih sebanyak 1 ons pelet. Rawat anak ikan koi di kolam pembesaran awal ini sampai umur 3 bulan.

Setelah 3 bulan bisa diberi makan pelet yang besar/kasar dan juga sudah bisa dilakukan sortir atau menyeleksi ikan koi, biasanya yang diseleksi adalah ukuran, kualitas warna, bentuk dan jenisnya. Disinilah gunanya harus mempunyai banyak kolam pembesaran tersebut, karena untuk 1 kolam diisi satu jenis koi dan 1 level tingkat kualitas warna dan ukuran ikannya agar bisa menentukan harganya.

Dan inilah beberapa tips untuk menyeleksi kualitas warna koi unggulan ;

  1. Ikan koi unggulan biasanya mempunyai warna dengan kontras yang cemerlang serta pola warnanya bagus dan jelas.
  2. Antara bagian tubuh samping kanan kiri pola warnanya harus sama atau simetris.
  3. Ciri terakhir adalah tidak adanya gradasi yang hasil pertemuan antara warna merah dan putih

Selain dengan menyeleksi kualitas warna kamu juga harus menyeleksi dalam segi bentuk dan ukuran seperti ;

  1. Bentuk tubuh ikan koi yang unggulan idelanya tidak terlalu gemuk dan pilihlah yang bulat memanjang
  2. Pada garis punggung harus lurus jika dilihat dari atas.
  3. Ketika berenang seimbang dan lincah.
  4. Pada bagian sirip perut dan dada harus sama besarnya.
  5. Sirip ekor dan sirip punggung harus proporsional dengan panjang tubuhnya.

Nah itulah cara budidaya ikan koi yang bisa kamu praktekkan dirumah, semoga bisa berhasil dan lancar untuk budidayanya, dan jika dirasa informasi ini bermanfaat bisa kamu share ke teman-teman lainnya.


Beri Komentar