Cara Mancing Ikan Nila Serta Jenis Umpannya

Cara mancing ikan nila – Anda tentu sudah tidak asing dengan ikan nila. Ikan ini bisa ditemukan hampir di semua tempat berair tawar, seperti hulu sungai, danau, maupun waduk dan rawa. Namun, tidak semua pemancing mengetahui bagaimana cara memancing ikan ini.

Karena hidup secara berkelompok, maka fisiknya lebih kuat dibandingkan jenis ikan lain. Terdapat tips khusus cara mancing ikan nila, agar ia mudah termakan umpan.

Cara Mancing Ikan Nila untuk Pemula

Memancing ikan nila tidak boleh sembarangan. Walaupun terkenal sebagai omnivora karena mau memakan umpan jenis apa saja, bukan berarti ia mudah ditaklukan. Apabila dalam waktu dekat Anda hendak memancing ikan jenis ini, berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan.

1. Siapkan Joran dan Perangkat Memancing

Anda bisa menggunakan jenis joran apapun untuk memancing ikan ini. Namun, disarankan untuk menggunakan senar berukuran 4 hingga 8 lbs, sedangkan untuk joran dan reelnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Walaupun begitu, Anda tetap bisa menggunakan alat pancing dengan model tegeg tanpa ril.

Rangkaian memancing lain yang direkomendasikan adalah model pelampung bulu dan model bulu dengan pemberat. Mata kail yang digunakan, berukuran sekitar 7 sampai 11 lbs, sedangkan rangkaian yang digunakan sekitar 2 sampai 3 buah saja.

2. Pilh Lokasi Memancing

Ikan nila bisa ditemukan di banyak area air tawar. Untuk memudahkan pemancingan ikan ini, Anda bisa melihat terlebih dahulu, apakah ada lubang-lubang berukuran sedang yang berada di tepian air, biasanya terletak di sela-sela tanaman air. Jika ada, berarti kemungkinan besar terdapat ikan nila di area tersebut.

Lubang-lubang tersebut merupakan tempat tinggal ikan nila. Ia menggunakannya sebagai tempat memijah dan melakukan perkawinan. Umumnya sering ditemukan di dasar danau atau rawa, namun ia juga bisa ditemukan di pinggiran air.

3. Perhatikan Waktu Ketika Hendak Memancing

Di habitat liar, ikan nila banyak keluar untuk mencari makan di sore hari, ketika matahari sinarnya cukup terik untuk merangsang pertumbuhan lumut. Berbeda dengan ikan nila yang di budidaya. Ikan nila peliharaan makan kapan saja, sebab diberi makan menggunakan pelet. Sore hari juga waktu yang tepat ketika banyak ikan nila keluar sarang secara berkelompok.

Ikan nila hidup secara berkelompok ketika usianya masih muda, kemudian menjadi individual ketika menjelang masa kawin, berlanjut hingga ia dewasa. Walau begitu, sering juga ditemui ikan nila dewasa yang masih bersama kelompoknya. Ikan nila yang berkelompok, terutama berusia muda, biasanya karena hendak mencari sumber makanan baru.

4. Pancing dengan pelet

Cara mancing ikan nila selanjutnya adalah memancingnya terlebih dahulu menggunakan umpan pelet. Ini dilakukan ketika kegiatan memancing dilakukan pada siang hari. Sebab, ikan nila dewasa tidak hanya memakan lumut, namun juga makanan lain yang berhasil ia temukan.

Selain pelet, Anda bisa memancing ikan ini dengan cacing, rampai, maupun buah seri. Karena ikan nila mencari makan pada pagi dan sore hari, penting untuk memancingnya keluar dari sarang apabila Anda hendak melakukan aktifitas memancing ikan nila pada siang hari.

Umpan untuk Mancing Ikan Nila

Jika Anda sudah menentukan tempat memancing ikan nila, hal lain yang perlu disiapkan adalah jenis umpan yang digunakan. Karena makanan utamanya lumut, Anda bisa menggunakan umpan dengan jenis yang sama. Alternatif lain adalah menggunakan pelet, cacing, kroto, hingga mi instan. Ingat untuk memancing di area dengan sinar matahari yang baik, sebab banyak ikan nila muda berkelompok yang mencari makan di dekat permukaan air, guna mencari lumut yang subur.

1. Menggunakan Pelet

Ketika Anda hendak menggunakan pelet untuk memancing ikan nila, ada beberapa tambahan bahan agar hasil yang di dapatkan lebih maksimal, diantaranya, kuning telur, madu murni dan air.

Caranya, campurkan semua bahan yang telah disebutkan bersamaan dengan pelet. Haluskan dan tambahkan sedikit air agar menjadi adonan. Jangan terlalu encer, agar tidak mudah pecah ketika digunakan. jika sudah siap, bentuk adonan menjadi bulatan, kemudian letakkan di ujung kail.

2. Menggunakan Lumut

Umpan ikan nila selanjutnya adalah lumut. Umpan ini dipilih apabila hendak memancing ikan nila liar di sungai atau danau. Sebab, mereka lebih terbiasa memakan lumut dibandingkan dengan pelet atau cacing. Selain mudah dicari, tingkat keberhasilan memancing ikan nila menggunakan lumut lebih tinggi di bandingkan dengan umpan lain.

Anda bisa menemukan lumut di area sekitar persawahan, bebatuan sungai atau sumur, dan di sekitar selokan. Ciri-cirinya adalah berwarna hijau cerah, dengan tekstur yang lembut dan halus. Kaitkan pada kail, dan ikat agar tidak mudah terlepas.

3. Menggunakan Mi Instan

Walaupun jarang digunakan, banyak pemancing yang memakai mi instan sebagai umpan untuk memancing nila. Ini disebabkan, mi instan mudah di cari apabila umpan utama, seperti cacing dan lumut sulit untuk didapatkan. Teksturnya yang terlihat seperti cacing juga membuatnya menjadi pilihan banyak pemancing.

Kekurangan dari umpan ini adalah mi instan tidak memiliki aroma.  Oleh karena itu, campurkan terlebih dahulu menggunakan kuning telur, agar aromanya lebih terlihat dan menarik perhatian ikan nila. Agar lebih mudah dihaluskan, gunakan air untuk melembutkan teksturnya.

4. Menggunakan Cacing

Selain lumur, cacing juga menjadi pilihan umpan alami apabila hendak memancing ikan nila non-budidaya. Sebabnya, cacing merupakan makanan alami ikan nila selain lumut. Terdapat banyak jenis cacing, namun ikan nila lebih menyukai jenis cacing sawah dibandingkan dengan cacing tanah. Pasang cacing di ujung kail, lalu padatkan agar tidak mudah lepas.

5. Menggunakan Kroto

Anda juga bisa menggunakan kroto sebagai umpan untuk memancing nila. Kroto sendiri merupakan telur semut. Walaupun bukan makanan alami di ikan nila, bukan berarti nila tidak tertarik.

Agar lebih mudah, Anda bisa membeli kroto pada penjual pakan burung, sebab lebih mudah ditemukan disana. Harga per ons-nya cukup variatif, namun tidak lebih dari 20.000/ons. Padatkan umpan, kemudian pasangkan pada ujung kail.

6. Daun Kangkung

Sebagai hewan pemakan segala, ikan nila juga bisa diberi umpan sayuran, misalnya saja daun kangkung. Untuk membuat ikan nila tertarik pada umpan tersebut, tambahkan sedikit esens pandan. Anda hanya perlu mencampurkannya terlebih dahulu sebelum dikaitkan pada kail.

Aroma dari esens pandan yang wangi akan menarik ikan nila. Ingat untuk memotong daun kangkung kecil-kecil agar mudah dimakan oleh ikan. Padatkan dan pasangkan ke ujung kail pancing dan pastikan tidak mudah terlepas.

Sebenarnya masih ada lagi umpan yang bisa kamu coba seperti memakai roti dan sebagainya. Karena setiap tempat biasanya berbeda umpan jitu yang dipakai.

Itulah beberapa tips memancing ikan nila sekaligus umpan ikan nila yang paling banyak digunakan. Dengan mengetahui tips dan jenis umpan yang di pakai, semoga bisa membantu Anda untuk mendapatkan ikan nila dengan lebih mudah ketika memancing. Ingat untuk tidak berlebihan ketika memancing ikan, agar kelangsungan habitatnya tetap terjaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *