Ciri-Ciri Ikan Nila dan Jenisnya di Indonesia

Terdapat banyak jenis ikan di Indonesia, mulai dari jenis yang tinggal di air asin, payau, hingga air tawar. Salah satunya ikan yang tinggal di air tawar adalah ikan nila. Ikan ini biasa dikonsumsi oleh masyarakat, sehingga sering dibudidayakan. Namun, tidak sedikit yang masih liar, di pancing di sungai, danau, maupun rawa. Berikut merupakan ciri-ciri ikan nila yang sebaiknya Anda ketahui.

Ciri-Ciri Ikan Nila yang Sering ditemukan di Indonesia

Asal mula ikan ini adalah Afrika Timur, kemudian bibitnya menyebar di seluruh dunia, terutama di wilayah tropis. Membuat ikan nila banyak di temukan di Indonesia. Nama latin ikan ini adalah oreochromis niloticus, dengan nama Inggrisnya adalah Nile Tapia.

  1. Berukuran sedang, sekitar 30 cm dari kepala hingga ujung ekor. Banyak ditemukan dengan ukuran yang lebih kecil ataupun besar, tergantung ketersediaan pangan di alam liar.
  2. Memiliki duri di sepanjang tubuhnya, yakni di bagian jari dan sirip dubur.
  3. Warna tubuh kehitaman, kadang diselingi warna abu-abu. Di badanya juga ditemukan motif pita gelap yang melintang. Ketika dewasa, pita gelap tersebut akan menghilang, dan digantikan dengan tubuh polos keabuan.
  4. Pada musim kawin, terdapat garis literalis di sekitar truncus, ini berguna untuk menjaga keseimbangan ikan ketika sedang berenang.
  5. Jumlah sirip pada ekor sebanyak 7 sampai 12 buah, dengan garis-garis tegak lurus.
  6. Ciri-ciri ikan nila selanjutnya adalah perbedaan kelamin. Ketika kecil, mengetahui perbedaan kelamin kurang memungkinkan. Namun, jika berat ikan nila telah melebihi 50 gram, akan diketahui mana yang jantan dan betina.
  7. Pemakan segala atau omnivora, umumnya makan lumut atau gulma air, namun tidak jarang memakan hewan-hewan kecil.
  8. Mudah berkembang biak, atau peridi. Menggali lubang di dasar kolam untuk berkembang biak dan tempat tinggal.
  9. Telurnya berwarna kuning, ia dierami di mulut induknya. Sekali bertelur, ikan nila bisa bertelur hingga 1.500 butir.
  10. Jika tidak diternakkan secara seksama, ia sering dianggap sebagai hama, baik di sawah, sungai ataupun kolam ikan tanpa pemisah dengan jenis lain. ia akan memakan banyak tumbuhan air dan menggantikan posisi ikan lokal di area perairan tawar.

Perbedaan Ikan Nila Jantan dan Betina

Apabila Anda hendak mengembang biakkan jenis ikan ini, tentu perlu mengetahui bagaimana perbedaan ikan nila jantan dan betina. Berikut merupakan ciri pembeda diatara dua jenis kelamin pada ikan nila tersebut.

Ikan Nila Jantan

Dagunya berwarna hitam, atau kadang ditemui berwarna merah dan oranye. Siripnya berwarna serupa dengan dagu, walaupun banyak ditemui berwarna coklat kemerahan. Perut ikan nila jantan pipih dan ramping, warnanya kehitaman mengkilat. Alat kelaminnya berbentuk runcing, apabila ditekan mengeluarkan cairan berwarna putih. Memiliki dua lubang, yakni anus dan urogenital untuk mengeluarkan urin dan sperma.

Ikan Nila Betina

Nila betina memiliki ciri fisik yang lebih montok, dengan perut buncit menggelembung. Bagian perut berwarna putih, dagunya juga memiliki warna yang serupa. Perbedaannya adalah warna siripnya yang kehitaman, kontras dengan milik ikan nila jantan yang kemerahan. Ikan nila betina memiliki 3 buah lubang di perutnya, anus, genital untuk mengeluarkan telur, dan lubang untuk mengeluarkan urin.

Jenis Ikan Nila yang Ada di Perairan Indonesia

Di Indonesia, banyak ditemui berbagai jenis ikan nila. Secara umum, hanya terdapat beberapa spesies lokal yang tinggal di perairan Indonesia. Namun, penelitian banyak dilakukan terhadap ikan ini, sehingga menghasilkan bibit baru yang lebih unggul dibandingkan dengan jenis lokal sebelumnya. inilah jenis ikan nila yang banyak ditemui di perairan Indonesia.

Nila Anjani

Ikan nila ini dibudidayakan oleh BPBIAT, balai pengembangan ikan air tawar untuk dibudidayakan yang resmi dari pemerintah. Saat ini, ikan nila Anjani banyak dibudidayakan di daerah timur Indonesia, misalnya di NTB. Varietas Anjani dinilai memiliki keunggulan dibandingkan dengan varietas lain, diantaranya:

  1. Tumbuh lebih cepat, sehingga bisa dipanen dalam waktu singkat.
  2. Tekstur dagingnya lebih tebal, membuat nilai ekonomisnya lebih tinggi.
  3. Kebal terhadap bakteri, terutama jenis streptococcus iniae, yang menyebabkan penyakit dan kematian pada ikan nila.

Nila Gift

Untuk jenis ini terdapat dua varietas, ikan nila Gift biasa dan ikan nila merah Gift. Ikan nila Gift memilik warna hitam keabuan, sering dipilih untuk dibudidayakan, sebab dagingnya tebal dan gurih, dengan rentang waktu pertumbuhan yang lebih singkat.

Sedangkan ikan nila Gift berwarna merah merupakan ikan hasil penelitian dan pengembangan. Ia dibuat dari hasil persilangan ikan nila 8 negara, membuatnya memiliki banyak kelebihan dari yang lainnya, diantaranya adalah:

  1. Mampu di panen dengan lebih cepat, hanya sekitar 5 sampai 6 bulan sejak pembenihan dilakukan.
  2. Waktu produktif untuk berkembang biak sekitar 1,5 tahun hingga 2 tahun. Cukup lama untuk varietas ikan nila.
  3. Lebih tahan terhadap penyakit dan bakteri di dalam air.
  4. Mampu bertahan di air dengan kadar garam yang tinggi.

 Nila Nifi

Ikan nila jenis ini lebih sering disebut sebagai ikan nila merah atau nila Nifi. Warnanya merah oranye terang, membuatnya mencolok dibandingkan dengan jenis nila lainnya. ia merupakan persilangan dari pejantan lokal dan betina luar negeri, membuatnya memiliki ukuran yang lebih kecil dengan warna yang lebih terang.

Karena bentuknya, ia lebih sering dipilih untuk dijadikan ikan hias dibandingkan untuk konsumsi. Namun, Anda tetap bisa mengkonsumsinya. Nila varietas ini diklaim bisa menghasilkan anakan pejantan dibandingkan betina.

Nila Gesit

Ikan nila ini merupakan hasil perkembangan dari nila Gift generasi ketiga. Ia juga banyak dipilih sebagai ikan nila budidaya di Indonesia, sebab memiliki keunggulan akan menghasilkan anakan jantan daripada betina, apabila sesama varietas gesit dikawinkan.

Tingkat keberhasilan nyaris 98 persen. Benihnya merupakan kualitas unggul dan lebih cepat tumbuh menjadi nila dewasa. Berat badannya bahkan mencapai 600 gram dengan panjang lebih dari 8 cm hanya dengan waktu 6 bulan saja.

Nila Lokal

Ini merupakan jenis ikan nila lokal asli perairan Indonesia, tanpa persilangan dan pengembangan dari manusia. Warnaya hitam keabuan, dengan warna perut putih terang. Awalnya ikan ini di datangkan dari Taiwan, tapi menjadi ikan nila endemik Indonesia, sebab paling banyak ditemukan di pasaran. Saat ini, ia banyak dibudidayakan di daerah Sulawesi Utara.

Itulah beberapa jenis ikan nila berikut dengan ciri-ciri yang bisa Anda lihat secara fisik. Karena rasa dagingnya yang gurih, ia banyak dibudidayakan di Indonesia, serta dikembangkan oleh badan pengembangan ikan air tawar guna membuat bibit yang lebih unggul. Sebagai pemakan segala, Anda bisa memberinya makan dengan lebih leluasa apabila hendak memeliharanya. Semoga bermanfaat! 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *