Fakta Menarik Mengenai Ikan Predator Arapaima Gigas

Salah satu ikan predator yang berasal dari sungai Amazon, tampaknya banyak dipelihara dan dibudidayakan di Indonesia, yaitu ikan Arapaima Gigas. Hal ini dipengaruhi dari nilai jual ikan yang tunggu, sehingga banyak orang yang tertarik dengan ikan satu ini. Tanpa disadari, ikan predator ini termasuk ikan parasit yang siap menyantap apa saja yang ada di sekitarnya. Untuk mengenalnya lebih lanjut, yuk kenali beberapa fakta menarik tentang tentang ikan predator ini.

fakta ikan Arapaima Gigas

Fakta Menarik Mengenai Ikan Predator Arapaima Gigas

1. Dikenal Sebagai Ikan Predator

Seperti sebutannya, ikan ini termasuk ikan predator yang berbahaya untuk dipelihara, bahkan bisa melukai manusia. Ikan ini juga bisa melukai anggota keluarga anda yang masih balita ataupunanak anak. Apabila anda ingin memeliharanya, diperlukan teknik khusus agar tidak melukai anggota keluarga. Jangankan untuk merawatnya, untuk menangkapnya dari habitat aslinya saja, diperlukan kemampuan khusus dan tidak boleh sembarangan.

2. Dianggap sebagai ikan parasit

Selain dikenal dengan keganasannya, ikan satu ini juga dianggap sebagai parasit, sebab memiliki sifat kompetitif dan cenderung untuk memangsa ikan yang memiliki ukuran tubuh lebih kecil daripada dirinya. Tidak hanya itu saja, mereka dapat tumbuh cepat dengan panjang mnecapai 2 meter dan berat mencapai 200 kg. Dengan panjang tubuhnya, Arapaima Gigas termasuk ikan hias air tawar yang cukup besar.

3. Aman dikonsumsi manusia

Ikan predator satu ini memang dikenal akan keganasannya, sehingga banyak ornag yang takut apa bila berhadapan dengan mereka. bahkan ikan ini dikenal dapat memangsa ikan apapun. Namun dibalik keganasannya, ikan ini dapat diolah menjadi masakan kaya cita rasa. Tidak ada yang menyangka bahwa, predator ini ternyata bisa dimasak menjadi beberapa olahan masakan, sebab dari tampangnya saja orang sudah takut untuk menangkannya.

4. Ikan yang Dilarang Peredarannya Di Indonesia

Sebelumnya, ikan predator ini telah dilarang untuk beredar di Indonesia, sebab ditakutkan bisa merusak sumber daya ikan ataupun lingkungan untuk pengelolaan perikanan Repubik Indonesia. Bahkan menurut peraturan yang tertulis pada UU no 31 tahun 2004 mengenai perikanan pasal 21 ayat 1. Apabila ada seseorang yang berani membuang ikan Arapaima Gigas di Sungai Brantas, akan dikecam hukuman pidana paling lama sekitar 10 tahun, dan terkena denda sebanyak Rp. 2 miliyar.

5. Tidak Pemilih Dalam Makanan

Keberadaan ikan predator satu ini, memang dapat menjadi ancaman, lantaran mereka akan memakan apa saja yang ada di dekatnya tanpa menyisahkankan sisa. Apabila mereka memakan semua ikan yang ada di habitat tertentu, maka timbullah ketisakseimbangan rantai makanan yang ada disana. Bahkan mungkin beberapa sungau di Indonesia, akan kehilangan sumber daya hidup di air tawar.  Hal inilah yang menyebabkan ikan predator satu  ini dikecam kehadirannya di Indonesia.

6. Memiliki Nilai Jual Tinggi

ikan predator Arapaima Gigas

Dibalik itu semua, ikan satu ini ternyata masih banyak diminati. Tidak mengherankan bila terdapat beberapa kolektor yang ingin memelihara serta menjual belikan ikan tersebut ditawarkan dengan harga yang lumayan tinggi. menurut data dari beberapa sumber, satu ikan predator yang berukuran 2 meter saja, dibandrol dengan harga mencapai Rp, 10 juta. Hal ini belum termasuk jika sang ikan memiliki keunikan tertentu pada bagian tubuhnya.

Keunikan yang dimaksukan, dapat berupa warna yang berbeda dengan spesiesnya ataupun terdapat motif berbeda seperti jenis Panda yang membuatnya dijual dengan harga sekitar Rp, 250 juta per ekornya. Dibalik harganya yang tinggi, tidak menyurutkan minat beberapa orang untuk memeliharanya, bahkan cenderung meningkat setiap tahunnya. Sebab, Arapaima Gigas bisa menjadi investasi tersendiri ketika dijual kembali.

Adanya peraturan tentang dilarangnya ikan ini untuk dipelihara ataupun dibudidayakan, tidak menyurutkan minat pecinta ikan satu ini untuk terus melakukannya. Namun jika dilihat dari segi kacamata pemerintah, hal ini untuk kebaikan habitat yang mereka tinggali. Sebab, sang ikan mungkin saja memakan apa saja yang ada di sekitarnya, sehingga mengganggu ekosistem yang ada, terutama jika sang ikan sudah menyebar hingga beranak pinak.

Beri Komentar